Posted by Unknown on 04:01
Beberapa minggu yang lalu Sony merilis sebuah perangkat Headset yang bernama Virtual Reality.
"Virtual Reality adalah inovasi berikutnya dari PlayStation yang mungkin akan mengubah masa depan game," kata Shuhei Yoshida, President Sonys Worldwide Studios.
Namun perangkat ini masih dalam tahap percobaan oleh pihak Sony Perangkat tersebut adalah project yang dikerjakan Sony dengan sebutan "Project Morpheus"
Project Morpheus sendiri, Yang telah dikutip dari Engadget, hadir dalam dua bagian utama, yaitu layar dan sensor pengenal gerak. Dari segi spesifikasi, Morpheus dilengkapi dengan layar dengan resolusi 1080 piksel, memiliki bidang pandang hingga 90 derajat, refresh rate 1000 Hz, dan pengenal gerak hingga 360 derajat. Perangkat ini memiliki fitur suara yang dinamakan "true spatial sound" atau efek suara 3D.Perangkat tersebut dilengkapi dengan sebuah kabel sepanjang 5 meter. Masih belum jelas, apakah Sony akan menghilangkan kabel tersebut atau tidak di produk final dari Morpheus nantinya.
Untuk saat ini, Morpheus hanya bisa difungsikan di konsol PlayStation 4 saja.
Posted by Unknown on 03:43
Desain kacamata pintar Google Glass tampaknya akan semakin modis. Google baru saja mengumumkan kerja samanya dengan Luxottica, perusahaan induk dari berbagai produsen kacamata terkenal, seperti Ray-Ban dan Oakley.
Seperti dikutip dari The Verg, nantinya Google dan Luxottica akan bekerja sama dalam merancang dan memproduksi produk eksklusif dari Google Glass.
Menurut laman FAQ yang disediakan oleh Google, perusahaan raksasa internet tersebut hanya akan bekerja sama dengan Luxottica untuk urusan desain.
Sementara itu, urusan produksi dan distribusi dari perangkat tersebut akan diserahkan sepenuhnya kepada pihak Luxottica.
Untuk awalnya, perangkat hasil kerja sama tersebut baru akan dipasarkan di Amerika Serikat dan difokuskan ke merek Oakley dan Ray-Ban saja. Tidak diumumkan, apakah produk tersebut akan dijual di luar negara itu atau tidak.
Kapan tepatnya perangkat ini akan hadir di pasar? Tampaknya, perangkat tersebut masih belum akan hadir dalam waktu dekat ini.
"Anda tidak akan melihat Glass di toko Oakley atau Ray-Ban besok, tetapi hari ini menandai dimulainya babak baru dalam desain Glass," tulis Google dalam akun Google Plus resminya.
Saat ini, Google memang sedang bekerja keras untuk membuat kacamata pintarnya dapat dipakai oleh siapa saja. Beberapa waktu lalu, Google memperkenalkan desain bingkai untuk Glass agar bisa dipakai oleh pengguna yang memang memakai kacamata dalam kesehariannya.
Saat ini Google hanya menyediakan empat jenis bingkai kacamata, tetapi ke depannya bisa jadi ada model lain yang diperkenalkan Google.
Bingkai kacamata ini diperkenalkan Google sebagai langkah berikutnya, sebelum produk tersebut dijual secara umum kepada konsumen. Saat ini, bingkai kacamata tersebut masih tersedia terbatas pada pengguna yang mengikuti program "Explorer" yang dilakukan Google untuk menguji kacamata pintarnya.
Namun, bingkai ini dibuat Google bukan untuk digunakan sebagai kacamata biasa. Rancangannya membuat pengguna hanya akan nyaman saat menggunakannya bersama Google Glass.